Tampilkan postingan dengan label fanfiction orang lain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fanfiction orang lain. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 Juni 2012

Innocent Wedding Part 4 (NC!!!!)

Author : RC Park.

Judul : Innocent Wedding (Part 4)

Genre : Romance, Humor, Yadong, NC 21, Chapter

Cast :
-Park Chanrin a.k.a Chanrin
-Lee Hyukjae a.k.a Eunhyuk

Another Cast :
-Lee Donghae
-Lee Taemin

*Part 4 akhirnya selesai juga, hehehe mian ya readers kalo kurang rame*

Eunhyuk PoV

Keesokan harinya..

Hari ini tiba saatnya aku akan berbulan madu dengan istriku. Meski bukan pertama kali melakukannya tapi kali ini lebih mendebarkan dari sebelumnya.

"Ting.. Tong.." *suara bel*

Ku buka pintu rumahku dan melihat ke 2 eommaku.

"Ah annyeonghaseyo, ada apa eomma." Kataku

"Tentu saja eomma ingin melakukan perpisahan denganmu." Kata eommaku. Sambil masuk ke dalam.

"Hyukjae, kemari sebentar. Eomma ingin berbicara denganmu." Kata eomma Chanrin. Dan mengajakku ke ruang tamu.

"Hyukjae. Mungkin ini pertama kalinya baginya. Jadi lakukan 'itu' pelan2. Bagian tersensitif tubuhnya adalah lehernya. Selamat bersenang2 ya. Ingat lakukan 'itu' pelan2" Ujar eomma Chanrin.

"Ne, arraseo. Lagipula kami pernah melakukan hal 'itu' sebelumnya. Aku juga tau tentang leher Chanrin. Aku kan selalu mengawasi seluruh tubuhnya. Aku sudah tau segala tentang Chanrin. Aku sudah bilangkan?" Jawabku tanpa ragu2 *ga tau malu*

"Kau pernah melakukannya?! Berarti Chanrin sekarang.. Hamil?" Tanya eommanya.

"Hahh sepertinya tidak eomma. Aku 'mengeluarkannya' di luar." Jawabku sambil menunduk dan menggelengkan kepala.
*ga tau malu banget*

"Ahh kau ini mengecewakan. Padahal eomma ingin segera punya cucu. Ya sudahlah kau pergi saja masukan barang2 Chanrin." Jawab eomma membalas.
*eommanya malah ngedukung*

"Ne, eomma arraseo." Kataku sambil memasukan barang2 kedalam mobil

Eunhyuk PoV end

Chanrin PoV

Terdengar olehku seperti suara eomma dan Eunhyuk. Aku turun menyusuri tangga.

"Ah eomma ada apa kemari?" Tanyaku

"Aniyo, ini untukmu." Jawab eomma sambil menyodorkan kado merah dengan pita emas yang cukup berat.

"Apa ini eomma?" Tanyaku.

"Ini kado pernikahanmu. Kami membelinya berdua." Kata eommaku.

Aku membuka kado pertama yang berisi. Bra merah berenda dan celana dalam merah.

"Saat kau mau melakukan 'itu' jangan lupa memakai bra ini. Eomma yakin pasti nafsu Eunhyuk semakin membara." Jawab eomma.

Aku mengangguk dan membuka kado yang kedua.
Ku dapati parfum yang wanginya sangat harum.

"Jangan lupa. Disana kau harus sering memakai parfum ini. Supaya eunhyuk makin mesra denganmu." Jawab eomma eunhyuk.

Aku mengangguk lagi dan membuka kado ketiga. Aku mendapatkan sebuah botol bertuliskan 'penyubur kandungan'

"Apa ini eomma?" Tanyaku.

"Kau lihat sendiri kan tulisannya? itu supaya kau lebih cepat punya anak." Kata eomma Eunhyuk sambil tertawa kecil.

Dan kado yang terkhir berisi pakaian bayi. Berwarna putih.

"Haahh sebenarnya, eomma dan eomma Hyukjae mengira kau sedang hamil. Jadi kami cepat2 membelikan pakaian bayi. Putih itu kan warna netral dan bertanda suci. Cocok untuk yeoja ataupun namja. Jadi kami membelikan itu." Jawab eomma.

"Hahaha eomma ini ada2 saja. Gamsahamnida aku benar2 anak yang paling beruntung mempunyai 2 eomma seperti eommaku ini." Jawaku tersenyum dan membungkuk memeluk ke2 eommaku itu.

"Ahh kau ini tak usah begitu. Ayo cepat siap2 kami akan menjaga rumahmu." Kta eomma

Beberapa menit kemudian..

"Eomma annyeong! Kami pergi dulu" kataku dan Eunhyuk melambaikan tangan.

"Ne, Hati2 di jalan dan 'bersenang-senanglah' jangan sampai kau kelelahan Chanrin!" Kata kedua eommaku.

Mukaku langsung memerah mendengar kata eomma. 'Kelelahan' apa maksudnya. *baboya bgt si Chanrin*

-----------------------------------

Minggu, 17 Juni 2012

Innocent Wedding Part 3 (NC!!!!!!)

Author : RC Park.

Judul : Innocent Wedding (Part 3)

Genre : Romance, Humor, Yadong, NC 21, Chapter

Cast :
-Park Chanrin a.k.a Chanrin
-Lee Hyukjae a.k.a Eunhyuk

Another cast :
-Park Hanchan a.k.a eomma Chanrin
-Lee Hyurin a.k.a eomma Eunhyuk

*mian lagi ya readers part 4 ini kayanya juga ga bakal ada NC yang berlebihan deh, jeongmal mianhe.. Maaf juga kalo cerita ini Ga nyambung sama judulnya *
-----------------------------------

Sebelumnya..

Chanrin PoV

"Hyuki-ah! Ken.." Teriakku dan dia langsung menciumku lembut..

Aku kaget dengan pengantin pria yang menciumku ini.

"Apa yang terjadi? Bagaimana bisa Eunhyuk menjadi pengantin prianya? Mana namja babo yang seharusnya disini?" Gumamku dalam hati

Eunhyuk melepaskan ciumannya dan tersenyum jahil padaku. Kemudian seluruh tamu undangan bertepuk tangan dan loncat2an saking girangnya *eh

2 jampun berlalu. Kami sekeluarga makan bersama di meja makan rumahku yang sekarang menjadi rumahku dan Eunhyuk.

"Apa yang sebenarnya terjadi? Mana anak ahjumma? Kenapa Eunhyuk yang jadi pengantin prianya?" Ujarku to the point

Serentak semuanya tertawa mendengarku. Aku bingung dengan semua tingkah orang2 yang ada di sekitarku.

"Ahahaha chagi jeongmal mianhe. Eomma merahasiakan ini atas perintah Hyukjae sendiri." Jawab eomma

"Perintah?! perintah apa?"

-----------------------------------

Jumat, 15 Juni 2012

Lovely Mermaid (NC!!!)

Author : RC Park

Judul : Lovely mermaid

Genre : Romance, NC 18, Humor, yadong dikit

Cast :
-Park Chanrin a.k.a Chanrin
-Kang Minhyuk a.k.a Minhyuk
-Kim Jonghyun a.k.a Jonghyun
-Kim Kyoungjae a.k.a Eli
-Lee Hongki a.k.a Hongki
-another cast

*annyeong readers, author kembali lagi. Ini FF sengaja dibikin oneshoot sama author. langsung aja ya mian kalo ga rame let's check it out*
-----------------------------------

Kamis, 14 Juni 2012

Innocent Wedding Part 2 (NC!!!!)

Author : RC Park

Judul : Innocent Wedding (Part 2)

Genre : Romance, Humor, Yadong, NC 17, Chapter

Cast :
-Park Chanrin a.k.a Chanrin
-Lee Hyukjae a.k.a Eunhyuk
-Shin Minmi
-another cast

*Mian ya yadongers, buat part 2 ini ga ada NCnya kalo ada mungkin cuman NC 17 ga kaya di part 1. mungkin bakal ada di Part 3nya* *itu juga mungkin ya tergantung mood*
-----------------------------------

Jumat, 08 Juni 2012

Yeoja Or Namja Part 4

Author : RC Park.

Genre : NC17, chapter, sedikit (?) Yadong

Judul : Yeoja or Namja?? [Bravery Test]

Cast :
-Park Chanrin a.k.a Chanrin
-Lee Jinki a.k.a Onew
-Choi Minho a.ka Minho
-Lee Taemin a.ka. Taemin
-Kim Jonghyun a.k.a Jonghyun
-Kim Kibum a.k.a Key
-another cast

Annyeong author bener2 geje bikin ni FF, ga nyambung sama judul tapi ya mau gimana lagi, cerita kali ini author ga ngejamin bakal seru bgt.. Mian ya kalo ga memuaskan... Oh ya buat saran, nih kan FFnya author kasih bumbu yang serem2 sama buah2an yadong *emang masakan* mendingan bacanya pas malem2 atau menjelang matahari terbit alias subuh2 *eh tapi kalo subuh2 baca yadong dosa ga ya? *mikir keras* jangan lupa tinggalin jejak kalian dengan nulis komen2 yang bagus tentang author *plaak* maksudnya tentang FF ini " *HAPPR READ EVERYONE* *capslock jebol*
------------------------------------------

Minggu, 27 Mei 2012

Yeoja Or Namja Part 3

Author : RC Park.

Genre : NC17, chapter, sedikit (?) Yadong

Judul : Yeoja or Namja?? [Bravery Test]

Cast :
-Park Chanrin a.k.a Chanrin
-Lee Jinki a.k.a Onew
-Choi Minho a.ka Minho
-Lee Taemin a.ka. Taemin
-Kim Jonghyun a.k.a Jonghyun
-Kim Kibum a.k.a Key
-another cast

Annyeong author bener2 geje bikin ni FF, ga nyambung sama judul tapi ya mau gimana lagi, cerita kali ini author ga ngejamin bakal seru bgt.. Mian ya kalo ga memuaskan... Oh ya buat saran, nih kan FFnya author kasih bumbu yang serem2 sama buah2an yadong *emang masakan* mendingan bacanya pas malem2 atau menjelang matahari terbit alias subuh2 *eh tapi kalo subuh2 baca yadong dosa ga ya? *mikir keras* jangan lupa tinggalin jejak kalian dengan nulis komen2 yang bagus tentang author *plaak* maksudnya tentang FF ini " *HAPPY READ EVERYONE* *capslock jebol*
------------------------------------------

Minggu, 22 April 2012

Yeoja or Namja (Part 2) [Knowing]

Author : RC Park.

Genre : NC17, yadong, romance

Judul : Yeoja or Namja?? (Part 2) [Knowing]

Cast :
-Park Chanrin a.k.a Chanrin
-Lee Jinki a.k.a Onew
-Choi Minho a.ka Minho
-Lee Taemin a.ka. Taemin
-Kim Jonghyun a.k.a Jonghyun
-Kim Kibum a.k.a Key
-another cast

*annyeong... Author akhirnya selesai bikin kelanjutannyanya Yeoja or Namja?? Sebenernya ceritanya ga cocok banget sama judulnya tapi ya mau bagaimana lagi.... Jangan lupa komen OK mian klo ceritanya ini ga seru + ngaco soalnya author nya juga ngaco hehehe*
-----------------------------------

Chanrin PoV

Aku adalah seorang yeoja yang sudah tinggal sendiri. Karena kebangkrutan perusahaan aku dijual kepada seorang anak pengusaha ternama Lee Jinki, orang yang sudah mengambil ciuman pertamaku dan......keperawananku
Dan disinilah aku, universitas namja.

Chanrin PoV end
-----------------------------------
Author PoV

"Yak! Kau melakukannya bukan?" Tanya Jonghyun merangkul pundak Chanrin.

"Mwo? Melakukan apa?!" Tanya Chanrin terbelak.

"Hahahaha... Aku sudah tau, kau melakukan NC dengan Onew hyung bukan? Bagaimana rasanya melakukan NC dengan dia? Membosankan? Panas? Asam? Asin? Pedas? Manis? Pahit? Ppali marhaebwa." Ujar Jonghyun.

"Yak! Hyung! Pelankan suaramu!" Bentak Chanrin yang langsung menutup mulut Jonghyun.

"Hahaha benar kan kau melakukannya?" Ledek Jonghyun.

"Ani, itu tidak sengaja. Onew hyung mabuk semalam!" Bantah Chanrin.

"Mwo? Jinjjayo! Pantas saja semalaman aku tak bisa tidur mendengar desahan kalian." Ujar Jonghyun.

"Gendae hyung, apa kalau dia mabuk akan seperti itu lagi?" Tanya Chanrin.

"Teeenggg....Teeeengg...."

"Nanti saja aku ceritanya ya, dongsaeng-ah annyeong." Ujar Jonghyun yang berlari ke kelasnya.

-----------------------------------

"Annyeong Taemin hyung!" Ujar Chanrin menyapa Taemin.

"Eh, annyeong. Hehehehe..."

"Waeyo hyungnim? Apa ada yang lucu?" Tanya Chanrin yang kebingungan.

"A..ani. Nan nomu hemboge.. Ahh...." Jawab Taemin.

"Eh? Ahh... Apa karena semalam?" Tanya Chanrin lagi.

"Sssttt.... Ini rahasia kita ya, Minho hyung menciumku semalaman penuh. Lihat bibirku jadi kedepan seperti ini." Balas Taemin memanyunkan bibirnya.

"Hahahahaha...." Tawa mereka berdua.

"Gendae, Chanrin-ah kenapa kau begitu yeppo? Minho hyung jadi menciummu kemarin. Huaaa..." Rengek Taemin.

"Mi... Mianhe hyung.." Maaf Chanrin.

"Aigoo, aku iri denganmu. Mungkin kalau kau yeoja aku akan mengajakmu kencan." Ujar Taemin.

"Eh? H... Hyung! Choneun namja! Namja!" Bentak Chanrin sedikit berlebihan.

"W..wae? Kenapa kau begitu marah? Aigoo.. Jinjja.." Ujar Taemin.

-----------------------------------

Pelajaran di kelas selesai. Chanrinpun pergi ke lapangan bersama Taemin untukmelanjutkan ke pelajaran olahraga.

"AaaahhhhhhhH.....!!!!" Teriak kerumunan yeoja.

Mereka berdua pun menoleh ke arah pagar dan melihat sekerumunan yeoja meneriakki seseorang yang sedang bermain basket.

"Eh? Bukankah itu....."

"MINHO HYUNG!!!" Teriak Taemin memotong kata Chanrin.

Minho yang mendengar teriakkan itupun langsung menoleh dan melihat Taemin berlari dengan 'slow motion' kearahnya.

"TAEMIN-AH!!!" Teriak Minho yang langsung berlari 'slow motion' kearah Taemin.

"Hyung-ah...." Ujar Taemin sambil memeluk Minho erat.

"Aigoo, apa mereka benar2 normal" gumam Chanrin.

"Eh? Chanrin-ah!" Ujar Minho yang langsung melepas pelukannya dan berjalan ke arah Chanrin.

"Minho hyung.. Khajimma.."Rengek Taemin.

"Eh? Mi,mianhe taemin-ah. Khajja kita ke lapangan bersama. Uljima arraseo?" Ujar Minho yang membelai pipi Taemin.

Mereka bertigapun akhirnya sampai di lapangan basket *ceritanya lapangannya ada 2*

"Hyungnim, aku akan berlari 10 meter hari ini. Doakan aku arraseo." Ujar Taemin

"Eh? Hyung-ah odiega?" Gumam Taemin melihat sekeliling.

"Chanrin-ah FIGHTING!" Tekas Minho mengepalkan sebelah tangannya untuk menyemangati Chanrin.

"Ne, gomapta." Balas Chanrin yang langsung ke lapangan.

 "Hyung-ahh..... Teganya huaaaa..." Rengek Taemin yang melihat kejadian tadi.

*#*#*#*#*#*#*#*#*

"Bersiap.....1...2...."

"DOR!"

Semua muridpun berlari dengan kemampuan mereka masing2. Untungnya Chanrin hampir tidak punya kelemahan. Dia memimpin barisan dengan kakinya yang lincah.

"FIN!!"

"Haahhh....haaaahhh.....hhoosssshhh..." Desah semua murid yang kelelahan habis berlari *bukan NCan*

"Woowwww!! Chanrin-ah nomu daebak!" Teriak Minho menunjukan kedua jempolnya pada Chanrin.

Chanrinpun menoleh dan mencari asal suara yang memberinya selamat itu. Setelah tau bahwa pemilik suara itu adalah Minho Chanrinpun mendekatinya.

"Gomawo hyung-ah." Senyum Chanrin.

'Deg...deg...deg...'

Tanpa alasan jantung Minhopun berdetak cepat.

Author PoV end

Minho PoV

'Omo! A.. Ada apa denganku. Pipiku panas, jantungku berdetak cepat sekali.' Pikirku sambil memegangi pipi dan jantungku.

"Waeyo hyungnim?" Tanya Chanrin mejulurkan tangannya.

"A..animida." Tekasku menjauhi tangan Chanrin.

Minho PoV end

Chanrin PoV

Akupun memiringkan kepalaku melihat tingkah aneh Minho hyung. Tiba2 sebuah tangan namja memisahkan kita kemudian namja itu pun menatap geram kepada ku.

"Taemin hyung, wae geurae?" Tanyaku melihat namja yang ternyata Taemin hyung.

Taeminpun malah semakin geram menatapku. Akhirnya wajahnya mulai mendekat dengan tatapan geram. Bagaimana mungkin seorang angelic bisa menjadi devil.

"Neo...nomu..nappeun namja." Ujar Taemin menatapku dengan evil glare.

"Mw... Mwoya?" Tanyaku ragu.

"Taemin-ah, hentikan.. Ini tidak seperti yang kau bayangkan." Ujar Minho menarik bahu Taemin supaya dia berhenti menatapku.

"Aisshh....hyung-ah memangnya aku tidak tahu apa? Kau suka Chanrin kan?!" Tekas Taemin menatap Minho.

"Aigoo.. Yak! Lee Taemin, mana mungkin aku suka namja. Aku ini suka yeoja! Yeoja!" Balas Minho.

"Gojingmal!" Gerutu Taemin sambil menyilang tangannya dan mengerucutkan bibirnya.

Minhopun langsung mengendong Taemin ala bridal style. Taemin memberontak tapi Minho mengabaikannya.

"Mianhe Chanrin-ah situasi sedang sulit. Sampai ketemu lagi. Annyeong." Ujar Minho sebelum ia meninggalkan lapangan.

'Aigoo.. 2Min couple, harus separah itukah?" Batinku sambil mengelengkan kepala.

Setelah beberapa lama kemudian akupun pergi ke kantin tak jauh dari lapangan olahraga. Kebetulan aku melihat Jonghyun oppa dan Key oppa yang sedang berduaan *cieee*

"Jonghyun Oppa!!" Teriakku.

'Omo~ aku lupa.' Pikirku yang langsung mencari tempat bersembunyi.

Chanrin PoV end

Author PoV

"Hyung, kau dengar tidak?" Tanya Key

"Dengar apa?" Tanya balik Jonghyun.

"Tadi, ada yang memanggilmu oppa." Jawab Key

"Oppa? Yak! Kim Kibum jangan bercanda, disini itu hanya ada namja. Michioseo?" Ledek Jonghyun.

"Yak! Hyung, meski aku gila tapi pendengaran ku ini sama tajamnya dengan mataku." Bentak Key

"Jinjjayo?" Tanya Jonghyun.

"Aisshh.. Sudahlah aku cape ngomong sama hyung yang lemot" *padahal author yang lemot* ketus Key

 Author PoV end

Chanrin PoV

"Apa yang mereka bicarakan ya? Apa mereka dengar tadi? Tuhan... Tutuplah telinga mereka." Batinku.

Dengan keberanian yang tadi kukumpulkan aku pun mendekati mereka.

"Hyung-ah annyeong." Sapaku dengan senyuman untuk menutupi keraguanku.

"Oh! Chanrin!" Ujar Key hyung.

"Chanrin, duduklah!" Ajak Jonghyun hyung.

"Ne, arraseo." Balasku kemudian duduk di sebelah Jonghyun hyung dan meminum air putih yang disediakkan ahjumma kantin.

"Chanrin-ah, menurutmu apakah mungkin seorang yeoja ada di universitas ini." Tanya Key oppa

"BRUUUUTTssss"

"Uhuukkk-uhhhuuukkk"

"Yak! Kim Kibum sudah kubilang itu kan tidak masuk akal, lihat Chanrin jadi tersedak." Ujar Jonghyun oppa memberiku segelas air.

"Aisshhh.... Lihat aku tersembur oleh airnya menjijikan..." Ujar Key

"Lagian kenapa harus berlebihan, seperti dia yeojanya saja."

"BRUUUUTTTsssss"

"Uhuuukk uhukkkk."

"Yak! Kim Kibum berhenti berbicara seperti itu. Kau tega ya membuat Chanrin mati karena tersedak huh?"

"Uhuk.. Nan gwenchana Jonghyun hyung..." Balasku dengan sedikit berbatuk.

"Jinjja? Neo jinjja gwenchana?" Tanya Jonghyun hyung memastikan.

"Ne, nan jinjja gwenchana." Ujarku tersenyum.

Chanrin PoV end

Author PoV

'DEG-DEG-DEG'

Tiba2 jantung Jonghyun pun berdetak kencang melihat senyuman Chanrin. Jonghyun pun hanya bisa terdiam mendengar detak jantungnya sendiri.

"Hyung-ah gwenchana? Yak! Jonghyun hyung!" Tanya Key melihat Jonghyung yang sedang dalam dunia mimpinya.

 "Jonghyun hyung, neo gwenchana?" Tanya Chanrin.

"Ahh sudah lah, aku mau ke kamar dulu. Bajuku basah, aigoo.." Ujar Key

"Mianheyo.... Jeongmal mianhe hyung-ah." Ujar Chanrin membungkuk.

"Ne, arraseo annyeong. Aku ke sini nanti." Ujar Key seraya berdiri dan meninggalkan Chanrin dengan Jonghyun yang masih mendengarkan detak jantungnya.

"Jonghyun hyung, lanjutkan ceritamu yang tadi pagi." Ujar Chanrin.

"Ne?" Tanya Jonghyun yang baru sadar dari dunianya.

"Ceritakan tentang Onew hyung." Ujar Chanrin.

"Arra, kau tahu kan hyung kalau mabuk akan seperti itu. Setauku Onew itu namja yang polos dan sangaaaaatttt baik."

"Ne, aku tahu.."

"Onew juga pernah melakukan NC dengan orang lain." Ujar Jonghyun.

"Mwo? Dengan orang lain? Nugu?!"

"Sang eomma, Kim Kibum."

"Eh?!"

"Sekitar 1 tahun lalu saat pesta sehabis pemilihan. Anggota SHINee. Si jenius Onew hyung menjauhi minuman alkohol, tapi sejeniusnya dia pabonya bener2.. Dia mengambil gelas yang salah. Seperti kemarin malam, dia pergi ke kamarnya dan saat itu dia juga sekamar dengan Key. Disitulah kita mendengar desahan yang menggelikan." Ujar Jonghyun Oppa.

"Mwo? Kemudian apa yang terjadi lagi oppa?" Tanya Chanrin meminum airnya.

"Key histeris tapi tak terlalu parah, itulah yang menyebabkan dia sering marah2 dan appa hyung mengira kalau hyung itu gay." Jawab Jonghyung

"BRUUTTTssss"

"Yak! Kau menyemburku!" Bentak Jonghyung mengelap badannya dengan tisu.

"Mianhe oppa ayo lanjutkan." Tekas Chanrin meminum airnya lagi.

"Karena itu, appanya mencari yeoja untuk pemuas hasratnya. Kau tau siapa yeoja itu?" Tanya Jonghyun hyung.

"BRUUTTssss"

"Yak! Yak! Park Chanrin! Hilnagkan kebiasaanmu itu." Bentak Jonghyun mengambil tisu yang baru.

"Mi, mianhe hyung.." Ujar Chanrin membungkuk

"Ne, aisshhh bajuku basah jadinya." Gumam Jonghyun.

"Chanrin-ah! Jonghyun hyung! Aku kembali." Teriak Key menghampiri mereka.

"Hyung-ah, mianhe aku menyemburmu." Ujar Chanrin minta maaf.

"Ne gwenchana." Balas Key.

"Apa yang kalian bicarakan?" Tanya Key

"Animida, bukan apa2. Khajja, hari sudah sore lebih baik kita ke dorm kalau tak mau sesuatu mengerikan terjadi." Ujar Jonghyun merangkul Chanrin.

"Mwo? Mengerikan apa?" Tanya Chanrin kebingungan.

"Sudah, nanti saja kita ceritakan di dorm." Balas Jonghyun.

"Hyung! Chanrin! Tunggu aku!" Teriak Key yang ternyata ketinggalan.

------------------------------------------

"Annyeong aku mau ke kamar ganti baju basah ini." Ujar Jonghyun mehrong.

"Ne, mianhe hyung-ah.." Balas Chanrin menunduk.

"Arraseo, aku ke cafe dorm ini. Kau juga kesana arra!" Suruh Key.

"Ne hyung.." Balas Chanrin.

Chanrinpun pergi ke kamarnya dan Onew.

"Onew hyung, kau di dalam?" Tanya Chanrin sambil masuk ke kamar 115.

'Hyung, odiega?' Pikir Chanrin.

Karena merasa Onew tak ada diapun mengambil bajunya di loker dan pergi ke kamar mandi.

"Ckleekk."

'Ahhhh mianhe hyung..' Batin Chanrin yang melihat Onew sedang mandi seraya menutup kamar mandinya lagi.

'Aigoo, neomu paboya! Onew hyung.. Mianhe..' Batin Chanrin.

"Ckleekk."

"Eh? Hyung-ah, kau sudah selesai?" Tanya Chanrin.

"Ne, waeyo?" Balas Onew.

"Ani, aku mau mandi." Jawab Chanrin menunduk.

Saat mau masuk ke kamar mandi Onew menghalanginya jadi dia bergeser, tapi Onew pun ikut bergeser begitulah seterusnya.

"Aisshh..bocah ini." Tekas Onew memegang kepala Chanrin.

Wajah Chanrinpun memerah ketika wajahnya berhadapan dengan dada bidang Onew. Onewpun pergi ke depan loker dan mengeluarkan bajunya. Chanrinpun masuk ke kamar mandi.

Author PoV end
------------------------------------------
Chanrin PoV

"Haahh... Selesai juga.."

'Eh? Onew oppa kmana?' Pikirku.

Akupun melihat kesekeliling kamar tapi nihil. Aku tidak nenemukan batang hidungnya. Aku pun langsung memakai bajuku dan venist denim dari lemari. Selesai berpakaian akupun pergi ke cafe dorm. Terlihat banyak murid sedang berkumpul.

"Chanrin-ah! Duduk disini!" Teriak seorang namja.

Aku pun mendekati namja yang memanggilku. Ternyata itu adalah Jonghyun oppa dan anggota SHINee lainnya. Akupun duduk di sebelahnya dan berhadapan dengan Onew oppa.

"Jonghyung hyung, jebal tukeran duduk." Pinta Minho oppa.

"Waeyo?"

"Aku ingin bersebelahan dengan Chanrin..." Akupun membelakkan mataku mendengarnya.

"SHIREO! Aku juga ingin duduk disebelahnya!" Bentak Jonghyun oppa.

"Hyung-ah, kau kan duduk disebelahku. Jangan pindah.." Rengek Taemin merangkul tangan Minho oppa.

"Taemin-ah mianhe, tapi hanya kali ini saja..." Balas Minho memelas.

"Yak! Kau kan sudah ada Taemin! Jadi aku dengan Chanrin!" Tekas Jonghyun.

"Shireo! Aku tidak mau tahu pokoknya aku sebelah Chanrin." Bentak Minho.

"BRAAKKK!!"

"Yak! Bisakah kalian diam, telingaku panas mendengar kalian! *#@$*#@" omel eomma Key.

"SHIREO! AKU MAU DUDUK SEBELAH CHANRIN !!" Teriak Minho dan Jonghyun.

Akupun berpikir sejenak melihat kelakuan kedua hyungku ani, kedua oppaku.

"Arraseo, aku akan duduk di tengah kalian. Jadi kalian bersebelahan denganku." Ujarku.

Chanrin PoV end

Author PoV

Chanrinpun pindah diantara Jonghyun dan Minho. Terlihat raut wajah cemburu dari Taemin. Sedangkan Onew yang di seberangnya hanya diam membaca buku.

"Oh ya, hyung bilang kalau kita tiak ke dorm sebelum malam apa yang akan terjadi?" Tanya Chanrin pada Jonghyun.

Serentak semua orang di cafe melihat Chanrin dengan wajah menyeramkan terkecuali Onew yang hanya meliriknya.

"Ckleeekk"

Jonghyun dan Minho yang disebelah Chanrin menyalakan lampu tepat dibawah wajah mereka. Minho dan Jonghyun pun menjetikkan jari mereka. Semua orang pun mengerumuni mereka.

"Semua terjadi 50 tahun lalu saat sekolah ini mengadakan penerimaan siswa baru." Ujar Minho.

"Seorang yeoja menyamar menjadi namja di sekolah ini.." Lanjut Jonghyun.

Chanrinpun menjadi gugup mendengar ceritanya, wajar saja karena dia juga seperti itu.

"Dia melakukannya karena perintah dari keluarganya, sehari2 dia bergaul dengan namja, menjalani ujian dll. Sampai suatu saat, seorang namja tak sengaja memergokinya sedang mandi di kamarnya dan melihat lekuk tubuh seorang yeoja." Lanjut Minho.

"Namja itupun memberitahu pada sebagian besar siswa tentang sang yeoja yang menyamar. Akhirnya setiap hari 1-4 namja selalu memasuki kamar yeoja itu dan selalu terdengah suara desahan 'aahhh...ahhhh...appooo..' Sampai suatu saat yeoja itu tak tahan karena hampir semua namja di universitas memerkosanya, dia pun mengambil pisau dan menyayat nadinya sambil mengutuk dirinya sendiri." Lanjut Jonghyun.

"Karena butuh waktu untuk melukai nadinya diapun menusuk jantungnya dan menariknya hingga perut bawah membuat darah dan organ dalamnya keluar. Karena hal itu dia pun mati mengenaskan di kamarnya. Saat semua mengetahuinya mereka menguburnya tanpa disembahyangkan terlebih dahulu hingga arwahnya menjadi penasaran. Dikabarkan setiap 1-4 namja mati di kamarnya dengan keadaan yang sama seperti saat yeoja itu bunuh diri. Nadi yang terputus, dada sampai perut yang robek dan organ2 dalam yang keluar." Lanjut Minho.

"Dan sampai sampai sekarang...."

"Cerita itu hanya mitos yang tidak nyata." Potong Onew.

Chanrinpun menatap Onew kebingungan, sebenarnya Onew tau kalau Chanrin hampir mati ketakutan dengan cerita yang sama dengannya.

"Yak hyung, cerita ini nyata!" Teriak Minho.

"Jinjja? Mana buktinya?" Tanya Onew sinis.

"Memang belum ada, tapi kita akan buktikan!"

"Dengan apa?"

"Arraseo, kita adakan uji nyali besok malam dan kita lihat siapa yang salah!" Tekas Minho.

"Eh? Uji nyali?" Gumam Chanrin

~To Be Continued~

Minggu, 15 April 2012

Gone Lovely Bear~

Author: @salmalauelf98 (numpang eksis itu twitter aku =P)
Cast: -Shin Dong Hee
         -Lee Gyu Chan

Other cast: cari sendiri #plakk *readers gaplok author*

Rating: pg 13

Genre: romantic,angst,gatau lagi -__-

Annyeong readers ^^,ini ff pertama aku,terinspirasi dari sebuah cerpen buatan mashdar zainal*lupa lagi judulnya*mau dibilang sama banget terserah --" ,yang paling penting JANGAN ADA YANG COPAS FF AKU INI
1.yang gasuka GAUSAH BACA *gampang kan?**kubur author* jangan lupa RCL
udah ah cekidot ngedot (?) jangan banyak bacot,happy reading!

Author pov
lima tahun lalu pada hari ulang tahun gyuchan yang ke 19 sebelum shindong pergi untuk melanjutkan study nya di Amerika,shindong pun menghadiahkan sesuatu kepada gyuchan sebagai kenangan dari shindong untuk gyuchan
"chagiya,mian aku terlambat,tadi aku terjebak macet,apa kau sudah menunggu ku lama?"tanya shindong perhatian pada gyuchan yg sepertinya ngaret (?) di restoran tempat mereka bertemu
"molla"jawab gyuchan singkat dan sedikit menggunakan nada kecewa"ayolah chagiya jangan marah padaku,mmm ini..."kata shindong menyodorkan boneka beruang yang sangat besar itu ke depan muka gyuchan,ia tahu bahwa gyuchan sangat suka sekali boneka beruang
"waaaaaaaaa,neomu kyeopta!!!"kata gyuchan sambil memeluk boneka beruang besar itu
"apa kau senang chagi?"
"ne oppa.. tapi... aku sedih"kata gyuchan ga jelas (?) kepada shindong
"ada apa chagiya? apa boneka itu jelek?"
"aniya!boneka ini sangat lucu! maksudku aku sedih karena... sebentar lagi... kau akan meninggalkan ku oppa"kata gyuchan sambil memeluk erat boneka pemberian shindong
"gyuchan~ah,dengarkan aku... di boneka ini ada sebagian roh ku,jadi jika kau rindu padaku kau peluk saja boneka ini,pasti rasa rindu mu terbalaskan"
"benarkah?dasar oppa hayalan mu terlalu tinggi"kata gyuchan mengejek shindong
"aniya chagi,ini benar!didalam boneka ini terdapat sebagian rohku,pecayalah chagi!rawat lah boneka ini seperti saat kamu merawatku,tapi jika kamu merusaknya itu sama dengan kamu merusak aku"kata shindong meyakinkan gyuchan
"apa buktinya?"tanya gyuchan yang makin penasaran
"coba saja sendiri,pasti jika kau memeluk boneka ini saat kau rindu padaku,rasa rindu itu pasti akan terobati (?),arra?"
"oke,tapi jika itu belum cukup?"
"aku janji gyuchan~ah aku akan menelpon mu setiap minggu,bahkan setiap hari"kata shindong meyakinkan gyuchan
"tapi apa kau akan setia padaku oppa?"
"aigoo gyuchan,kesetiaan seorang lelaki adalah cadik kecil yang terombang ambing di tengah samudra hati wanita"kata shindong romantis
"ne oppa,aku pegang janjimu!"kata gyuchan sambil berpelukan dengan shindong
##################################################################
pada minggu dan bulan pertama,shindong sangat rajin menelpon gyuchan,namun karna kesibukan shindong yang harus kuliah+kerja di amerika shindong pun jarang menelpon gyuchan,mungkin hanya sebulan sekali,tapi gyuchan hanya memaklumi nya.
Gyuchan pov
"aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaargh!!!! oppa! kemana kamu! aku merindukan mu! kenapa ponselmu tidak aktif!aku merindukan mu sudah lima tahun oppa!"aku berteriak sangat kencang disebuah gunung yang dulu aku dan shindong oppa sering kunjungi untuk berlibur musim panas,entah mengapa gungung adalah tempat yang menurutku paling nyaman yang ada diseluruh muka bumi ini
"sudahlah gyuchan,nanti pasti namja mu itu akan kembali,yang sabar saja"kata sungmin oppa sambil mengelus rambutku,ya sungmin oppa adalah kakakku,kebetulan dia dekat dengan namjaku(baca.shindong)karna mereka satu boyband,"benarkah oppa?tapi aku khawatir oppa"kataku kembali menunduk sambil memeluk boneka beruang itu erat,"apa yang kau khawatirkan gyuchan~ah?"
"aku khawatir shindong oppa malah mencari yeoja yeoja di amerika,lagipula yeoja di amerika itu cantik-cantik dan melebihi aku pokoknya,lalu kami berdua lost kontak selama 5 tahun oppa"kataku meneteskan air mata
"sudahlah gyuchan~ah,jangan berfikir seperti itu dulu.ya! sudah jam 6 ternyata,kajja kita pulang sebelum dimarahi eomma"kata sungmin oppa menyeka air mataku lalu menarik ku ke mobil untuk pulang
*keesokan harinya di kampus*
"gyuchan~ah apa yang sedang kau lakukan,neo gwenchanayo?"kata hyuna mengagetkanku yang sedang melamun ini
"oh hyuna~ah kau menagetkanku saja,tidak aku hanya merenung disini,ya!kajja kita ke kelas sebelum dosen galak itu menghukum kita hyuna~ah!"kataku mengalihkan pembicaraan dan menarik tangan hyuna sambil berlari
#########################################################################
Shindong pov
'aku masih merasa bersalah pada yeojachinguku gyuchan,aku tak tega membuat ia menunggu ku yang akan menjadi milik orang ini,oh tuhan maafkan kesalahan ku pada gyuchan,aku meninggalkan dia,tapi jika aku bisa dapat yang lebih disini mengapa tidak?' batinku
"honey!"kata seseorang gadis meminggilku,ya dia nicole jung,gadis keturunan amerika-korea ini yang telah meluluhkan hatiku melebihi daripada gyuchan,dan ia akan menjadi pendamping hidupku untuk selamanya,besok kami akan menikah di gedung white house *apasih cacad banget*
"yes honey what happened?"kataku sambil memegang tangan nicole
"we must take a photo for wedding tomorrow" kata nicole yang bikin authornya gangerti*author sok jago inggris -__- amatir*
"oh yeah,let's go baby"kataku sambil menarik nicole keluar dari apartement dan menaiki mobil untuk foto prawedding
Gyuchan pov
bruuukkkkkkk~ *buku gyuchan jatoh nabrak someone*
"ahh mianhae! mianhae!"kata orang itu pada gyuchan sambil ikut membereskan buku buku gyuchan yang jatuh berserakan
"ne gwenchana....haa? kamu? kangin?"kataku terkejut melihat pria itu adalah kangin teman terdekat shindong oppa yang dulu saat ke amerika pergi bersama shindong oppa
"ya!gyuchan~ah?apa kabarmu?"tanya kangin oppa padaku
"ne,aku baik baik saja oppa,oh iya oppa,kapan kamu pulang ke seoul?"
"baru saja aku sampai kemarin"katanya
"ohya,mana shindong oppa? kenapa dia belum pulang? apakah dia disana baik baik saja?"tanyaku penasaran
"..."kangin oppa malah terdiam dan menarikku ke tempat yang sepi ia pun mulai mejelaskan apa yang akan ia bicarakan padaku
"gyuchan...tapi kamu jangan sakit hati ya?"katanya serius
"apa? ada apa dengan shindong oppa? apa dia sakit?"
"aniya..diaa..dia menikah,dia menikah kemarin dengan yeoja amerika"kata kangin oppa dengan muka menyesal
"MWO? ANDWAE!ANDWAE!"kataku berteriak dan hampir menangis,dari situ akupun meninggalkan kangin oppa yang ku lihat wajahnya penuh dengan penyesalan
Author pov
"hhhhhh....hhhh..."isak tangis gyuchan yang sedang duduk didepan perapian semakin menjadi jadi ketika ia mengingat kata kata dari shindong  'kesetiaan seorang lelaki adalah cadik kecil yang terombang ambing di tengah samudra hati wanita'tiba tiba gyuchan membayangkan,cadik kecil itu roboh dan terjungkir balik oleh hempasan gelombang dahsyat sebelum akhirnya karam ke dasar samudra yang tak beranah.
"ANDWAE!OPPA KAU JAHAT!"kata gyuchan dan dengan berat hati ia melemparkan boneka beruang itu kedalam perapian yang ganas itu,tangisannya membabi (?) buta (?).hatinya hancur berkeping keping *lebe*,menyaksikan kobaran api membakar seluruh boneka beruang itu sampai kisut. mengabu. menyerpih debu.
keesokan harinya gyuchan mendapati kabar dari kangin bahwa shindong oppa dan nicole istrinya meninggal dalam kecelakaan mobil sampai mobil yang ditumpanginya terbakar,naas sekali....

*THE END*
Gimana ceritanya readers? gila? garame? gantung?banyak typo? tapi terserah -__- makasih aja yg udh baca,maaf author orang nya emg kayak gini eheheh cuek dan innocent (?) yang penting RCL yaaa readers yang baek baek semua pokoknya tinggalkan jejak !! kalo ga author gentanyangin looohh,saalam cium dari author *author gila*

Sabtu, 10 Maret 2012

Yeoja or Namja part 1

Author: RC Park

 Yeoja or Namja (Part 1) [Opening]
Cast :
-Park Chanrin a.k.a Chanrin
-Lee Jinki a.k.a Onew
-Kim Jonghyun a.k.a Jonghyun
-Choi Minho a.k.a Minho
-Kim Kibum a.k.a Key
-Lee Taemin a.k.a Taemin
-Another cast
Author PoV

"appa.....eomma......" isak seorang yeoja menangisi kedua orangtuanya yang tak bernyawa.

"Park agashi, bersabarlah..." ujar seorang namja menenangkannya

"eomma.... Irenaa.... Appa.... Irenaa..."

Yeoja itu terus menangisi kedua orangtuanya. Begitulah keadaan Park Chanrin setelah orangtuanya meninggal kemarin malam. Orangtuanya yang menjalankan tugas keluar negeri mengalami kecelakaan di pesawat sehingga mereka harus pergi ke alam sana meninggalkan putri satu2nya, Park Chanrin.

-----------------------------------


"Chanrin-ah, uljimma" ujar yeoja memeluk Chanrin erat.

"appa...eomma...khajimma..." tangis Chanrin.

Sudah 2 hari Chanrin masih menangisi orangtuanya. Matanyapun sembab karena air mata kian menari di pipi chubynya. Temannya pun terus menenangkannya, bahkan Shin Minmi chingudeulnya pun tak bisa menenangkannya. Chanrin terus menangisi kepergian satu2nya keluarga yang dia punya yang tak akan pernah kembali.

"Chanrin-ah... Kalau Kau menangis kita semua sedih." ujar temannya Riran.

"geundae, hatiku sakit Riran-ah hanya air mata yanng bisa mengobatinya." balas Chanrin dengan isakkan.

"Chanrin-ah, bukannya Kau masih punya chingu? Kita selalu bersamamu. Uljimma." ujar Riran lagi.

Chanrinpun mulai menghentikan tangisannya. Chanrinpun memeluk chingu2nya bergantian.


Chanrin memasuki rumahnya yang tak berpenghuni. Dia mengingat kalau setiap hari saat dia pulang selalu ada makanan di meja makanan. Makanan yang selalu eommanya buat, juga selalu ada hadiah yang diberikan appanya entah itu ipod, Ipad, Hp baru, laptop atawpun sesuatu yang berteknologi tinggi. Yup, Chanrin sangat suka sesuatu yang berbaur teknologi, wajar dia pemegang medali emas di setiap olimpiade. Nilai2nya sempurna, tentu saja membuat penampilannya juga sedikit errrr....kuno. Tapi, dibalik kekunoannya dia memilikki wajah yang didambakan para yeoja.

"Tookkk...Tookk..."

"ne, tunggu sebentar." ujar Chanrin saat mendengar pintu rumahnya diketuk.

"ahjussi, ada apa kemari?" tanya Chanrin kepada Jung ahjussi, penanggung jawab perusahaan ayahnya.

"Park agashi, bisa bicara sebentar?"

Chanrinpun mengangguk dan mengajak Jung ahjussi ke ruang tamu rumahnya.

"jeosonghamnida, jeongmal jeosonghamnida." ujar ahjussi itu menyembah (?) Chanrin tiba2

"w....waeyo? Ahjussi?" Chanrin terbelak melihat sang ahjussi.

"a...aku menjualmu kepada anak pembeli perusahaan appamu, karena perusahaan sekarang bangkrut." ujarnya

"MWO? Yak! Ahjussi!!" bentak Chanrin

"josonghamnida, jeomal jeosonghamnida.."

"geundae, ahjussi kenapa bisa begitu?"

"semua karyawan mengundurkan diri. Untunglah ada direktur Lee membeli perusahaan ini dan....membelimu."

Chanrinpun segera mengusir Jung ahjussi dari rumahnya. Kemudian Chanrin pergi kekamarnya mengurung diri, tanpa sadar dia teringat oleh eommanya, yang biasanya akan menghiburnya ketika dia mengunci diri di kamar.

Author PoV end
-----------------------------------

 Chanrin PoV

Matahari yang bersinar sukses membuat mataku terbangun, segera kubasuh mukaku dengan handuk yang biasa ku siapkan setiap malam.

"Ting... Tong... Assalammualaikum.." *eh

Kudengar suara bel rumahku. Tanpa basa basi aku mengikat rambutku dan memakai kacamataku seraya membukakan pintu rumah. Kudapatin seorang ahjussi berjas lengkap dengan dasinya.

"nu...nuguseyo?" tanyaku.

Ahjussi itu tak membalas melainkan ternsenyum sinis. Tiba2 kedua namja datang dan masing2 memegang tanganku sehingga aku tak bisa melarikan diri. Dengan cepat aku di bawa ke mobil yang bisa di bilang sangat mewah dan woooww... Berteknologi tinggi.

"Yak! Kalian apakan aku? Lepaskan!" teriakku

Semua orang dalam mobil mengabaikanku dan ke2 namja itu masih menggenggam tanganku erat.

"Yak! Jawab pertanyaanku, siapa kalian?!" teriakku lagi.

"isshh dasar cerewet. Ppali pakai ini." ujar ahjussi melemparkan pakaian yang errrr.....seksi

"Shireo! Akan kalian bawa aku kemana?! Lepaskan aku. Aku mau pulang." teriakku lagi.

"Kau akan bertemu majikanmu." ujar ahjussi itu

'Mwo? Majikan? Dari Dulu aku tidak pernah melakukan hal yang berhubungan dengan pembantu. Tuhan... Jebal tolong aku.' Batinku.

"Kau akan dijadikan pemuas hasratnya." lanjut ahjussi yang membuat mataku terbelak mendengarnya.

'Mwo? Pemuas hasrat?! Apa maksudnya? Aku tidak mungkin menyerahkan keperawananku begitu saja.' Batinku lagi.

"ppali pakai!" teriak ahjussi.

Akupun dipaksa ke jok paling belakang dan memakai pakaian yang sangat tak kusukai itu dengan ragu tentunya.

-----------------------------------

"kita sudah sampai, masuk lah kerumah itu dan katakan saja namamu." ujar ahjussi dari mobil

Aku tercengang melihat rumah yang lebih mewah dan besar dari rumahku. Sungguh rumah ini seperti istana. Setelah mobil ahjussi pergi, aku tahu ini kesempatan bagus untuk kabur tapi dengan pakaian seperti ini. Entah apa yang akan terjadi di tengah perjalanan nanti. Dengan ragu aku pun memencet bel rumah itu. Seorang ahjumma berpakaian sekertaris pun muncul dari rumah itu.

"mianhe agashi, ada keperluan apa anda kesini?" tanyanya tegas.

"eh? Ah... Cheonan Park Chanrin imnida." ujarku sedikit membungkuk.

"ahh.. Jadi Kau rupanya. Silahkan masuk." ajak ahjumma itu.

Saat kumasuk mataku kembali tercengang melihat barang2 yang harganya melangit dimana2. Tiba2 seorang ahjussi datang.

"Yak! Lee Jinki cepat turun." teriak ahjussi itu.

Tak lama kemudian seorang namja yang terlihat setahun atw 2 tahun lebih tua darikupun muncul.

"bonekamu sudah datang." ujar ahjussi

'Mwo? Boneka? Seenaknya, aku bukan boneka siapa2. Ani, aku bukan sebuah boneka.' Batinku

"Yak! Appa, sudah kubilang aku tidak butuh." tekas namja itu.

"arra, kalau Kau tidak mau biar appa yang memainkannya." ujar ahjussi mendekatiku.

Tangan namja itupun menggenggam tangan ahjussi.

"arraseo, aku yang akan memainkan boneka ini." tekas namja itu lagi.

"Tunjukan." ujar ahjussi tersenyum licik.

Namja itupun mendekatiku, refleks aku menjauhinya tapi langkahku berhenti karena terhalang oleh tembok dibelakangku. Aku pun mematung melihatnya semakin mendekat. Kemudian wajahnya mendekati telingaku.

"tenanglah, aku tidak akan menyakitimu." bisiknnya

Diapun menyerang bibirku dengan lembut dia mengecup bibirku pelan. Terasa lidahnya yang mengoles bibirku. Air liurnya membasahi bibirku. Mata dan mulutku tertutup rapat menerima ciumannya yang lembut.

"berpura2 lah Kau menikmatinya." bisik namja itu.

Akupun hanya mengangguk menandakan setuju. Kemudian bibirnya menelusuri leherku terasa geli disekujur tubuhku dan badanku bergetar. Tangannyapun mulai menyentuh dadaku.

"mendesahlah, supaya permainan ini berhenti." bisiknya lagi sambil mengemut leherku.

Akupun kembali mengangguk dan perlahan kubuka mata dan mulutku.

"mmm....aahh...."

Ingin rasanya kumenangis tapi tertahan karena perlakuannya yang membuatku sedikit terasa.....nikmat.

"apa itu cukup appa?" ujar namja itu melepaskan bibir dan tangannya yang tadi berada di dadaku.

"ne..." ujar ahjussi itu.

"khajja aku akan mengantarmu ke kamar tamu." ujar namja itu.

"kenapa harus kamar tamu? Bawa dia ke kamarmu. Boneka itu milikmu." ujar ahjussi itu.

Namja itupun mengenggam tanganku dan membawaku ke sebuah kamar.

"rawat dengan baik, kalau sampai menangis appa akan mengambil bonekamu." ujar ahjussi tersenyum licik.

"cciihh.. Dasar namja tua." ujar namja itu seraya menggendongku ala bridal style.

"Yak! Apa yang Kau lakukan?! Lepaskan!" teriakku memukul dada bidangnya.

"tenanglah, aku tidak akan melakukan apa2 padamu." balasnya.

Kamipun memasuki kamar namja itu dia membaringkanku di kasur tingkatnya. Serentak akupun terbangun takut akan suatu hal.

"mianhe, aku menciummu tadi."

Akupun hanya terdiam menunduk mendengarnya. Jujur, itu adalah ciuman pertamaku dan telah diambil oleh namja yang tak aku kenal.

"apa.. Kau belum pernah berciuman?" tanya namja itu.

Akupun mengangguk kembali.

"mianhe, jeongmal mianhe. Appa ku itu gila, dia membelimu supaya aku bisa mengikuti jalannya.. Tapi tenang, aku bukan orang yadong seperti appaku.." ujarnya.

Akupun hanya mengangguk kemudian mengangkat kepalaku. Tak kusangka ternyata wajahnya sangat dekat dengan wajahku, tentu saja ku jauhkan sedikit wajahku dia yang menyadarinya juga ikut menjauh.

"mi, mianhe. Aku tidak bermaksud." ujarnya

"namaku Lee Jinki, geundae panggil aku Onew. Umurku 23 tahun. Senang Berkenalan denganmu."

"a...aku Park Chanrin 19 tahun. Senang berkenalan de..denganmu juga." ujarku sedikit ragu

"mwo? 19 aigoo kukira Kau hanya berbeda 1 atau 2 tahun dariku, hahaha.." tawanya

Kulihat senyum tawanya yang begitu... Innocent, matanya yang sipit namun tajam menarik perhatian ku. Diia namja yang tampan juga baik hati.

"kalau begitu, apa aku harus memanggilmu... Oppa?"

"hahahaha, itu terserahmu. Kau tak usah terlalu formal denganku. Anggap aku chingumu. Oh ya, soal pemuas hasratku, lupakan saja. Aku bukan orang semacam itu." ujarnya

"ne... Gomawo." ujarku tersenyum.

"Baiklah, aku akan mandi Dulu. Setelah aku mandi Kau mandi arra? Aku punya kejutan untukmu." ujarnya mengacak2 rambutku sambil tersenyum.

Akupun hanya mengangguk. Tak kusangka namja baik dan tampan ini majikanku, ternyata masih ada namja seperti dia.

-----------------------------------

"haahhh... Chanrin, aku sudah selesai Kau mandilah." ujarnya.

"ne, o...Oppa." balasku.

Akupun masuk ke kamar mandinya.

"eh, chogi. Aku pakai handuk yang mana?" tanyaku.

"ah aku lupa. igge pakai handukku saja." ujarnya yang langsung membuka handuk yang menutupi tubuh bagian bawahnya.

Dengan segera aku menutup mata, meraih handuk di tangannya dan berlari ke kamar mandi.

"aisssh, ada apa dengan namja itu. Dengan mudahnya memperlihatkan.....i..itunya.." gumamku.

"Yak! Aku bisa mendengarmu!" teriaknya.

"eh? Mi, mianhe." ujarku.

Akupun segera mandi memakai sabun dan shampoo yang ada di kamar mandi itu. Tak terlalu lama akupun selesai mandi.

"chogi, aku harus pakai apa?" tanyaku ragu.

"igge pakai ini, aku taruh di depan pintu ambil sendiri." ujarnya.

Akupun mengambilnya dengan hati2 takut jika badanku terlihat olehnya. Setelah kuambil kupakai kemeja besar, tentunya aku memakai pakaian dalam yang tadi kupakai. Akupun keluar dari kamar mandi itu.

"igge, untukmu." ujarnya menyodorkan sebuah kotak.

"igge mwoya?"

"buka saja."

Akupun membuka Kotak itu. Ternyata isinya sebuah seragam untuk pria dan sebuak contactlens.

"appa menyekolahkanmu di universitas namja. Jadi murid2 disana hanya ada namja, dan Kau harus perpakaian seperti namja. Arra?" ucapnya

"Mwo? Neaga? Namja?" tanyaku ternganga.

"hmm? Wae? Ada masalah? Aku sekolah disana jadi tak usah kawatir."

"oh ya, jangan pakai kacamata itu dan potong rambutmu. Itu mengangguku."

'aiissh. Namja ini, benar2 mencari mati.' Batinku

"mian, aku tidak keberatan untuk menjadi namja geundae, bisakah aku tak memotong rambutku?" tanyaku.

"tidak bisa, mana ada namja berambut panjang. Igge pakai gunting ini."

"Jebal, aku tak mau. Bertahun2 aku merawat rambutku." Jawabku

"Yak! Kau mau aku kasih ke appaku huh? Ppali gunting rambutmu." Bentak oppa

Dengan ragu akupun mengambil gunting di tangannya. Perlahan kupotong rambutku. Ingin sekali aku menangis keras. Tapi kalau aku menangis, appanya yang akan memainkanku.

"igge, aku sudah memotong rambutku." ujarku menyerahkan kembali guntingnya.

"Kau pakai ini, supaya dadamu tak menonjol." ujarnya dengan nada berbisik *maksudnya*

"igge mwoya?" tanyaku

"venist denim, pakai di dadamu."

"ba...bagaimana caranya?" tanyaku

"sini aku pakaikan." ujarnya menarik tanganku dan mulai membuka kancing kemeja.

"Yak! Kau mau apa?!" teriakku memukul tangannya

"aisshhh Kau ini merepotkan pakai saja sendiri kalau begitu." ujarnya pergi meninggalkanku

"y..Yak! Khajimma! Onew oppa!" teriakku

'aiisshh bagaimana memakainya, ahh ottoke' batinku

'Pakai di dada? Seperti inikah?" ujarku memakai venist denim itu.

"Yak! Park Chanrin ppali sekarang kita pergi sekolah." teriakknya dari luar

Akupun segera memakai seragam namja itu. Kulihat diriku di kaca seberang.

"aigoo... Ternyata aku cukup tampan." gumamku.

"Yak! Park Chanrin Ppali! Jangan terus2an bercermin." teriak Onew oppa mengentip dari pintu.

"ne, ne arra." ujarku.

Akupun turun kebawah dan melihat sekumpulan butler mengelilingi tangga. Menyambutku dengan oppa. Saat ke meja makan pun aku ternganga melihat sebuah kereta membawakan gula, garam, sirup dan bumbu teriyaki mengelilingi meja makan. Sungguh teknologi yang hebat.

"Yak! Jangan menganga seperti itu ppali makan." ujar oppa.

-----------------------------------

"arraseo, kita sudah sampai." ujarnya.

"aigooo....! Jeongmal... Joahyo." gumamku.

"hanya penampilannya saja Kau tak tahukan asal-usul universitas ini?" ujarnya.

"eh? Mwoya?"

"Khajja, appa memasukimu ke jurusan teknologi dan ilmu pengetahuan alam. Aku antar ke kelasmu. Oh ya aku lupa universitas ini seperti dorm jadi kau dan aku tinggal disini. Sepulang kelasmu, kau tunggu di sini, kita akan ke kamar bersama2 Hwang ahjussi sudah menyiapkan peralatan yang kita butuhkan." Ujarnya sambil menggandeng tanganku.

"Hwang ahjussi? Nugu?" Tanyaku

"Ahjussi yang membawamu ke rumahku." Jawabnya.

"Hyung! Kita ke kelas bersama2." Ujar seorang namja mendekati kami.

"Eh? Hyung, igge nugu?" Tanya namja itu melihatku.

"Jonghyun-ah kenalkan, chinguku Park Chanrin. Dia murid baru disini." Ujar oppa menepuk bahuku.

"a...Annyeong, Park Chanrin imnida." Ujarku menunduk.

"Eh? Ne Kim Jonghyun imnida. Chanrin? Namamu seperti nama yeoja." Ujar namja bernama Jonghyun itu.

"Gerae? Mi...mianhe." Ujarku

"Eh? Kenapa minta maaf? Omo! Kulitmu halus sekali seperti yeoja." Ujar namja itu lagi sambil menekan2 pipi chubyku.

"Yak! Wae gerae? Dia merawat kulitnya, kau iri?!" Tekas onew menipis tangan Jonghyun.

"Hehehe....sedikit. Oh ya, kalau begitu khajja kita ke cafetaria aku akan perkenalkan anggota SHINee lainnya." Ujar namja itu menarik tanganku dan onew.

Tak begitu lamapun kami sampai di sebuah cafetaria mewah yang sangat rapi.

"Oy! Aku punya pengunguman... Ta-Da dia murid baru di dorm ini."

"a...Annyeong, Park Chanrin imnida. Banggeseupnida." Ujarku menunduk.

"Woo.... Nomu yeppo..." Teriak ke 3 namja di hadapanku.

"Ya, Yak! Mworago? Yeppo? Yak! Dia itu namja, namja!" Bentak onew oppa.

"Eh? Namja? Geundae, dia mempunyai nama yeoja dan nomu kyeopta. Aigooo apa benar ada namja secantik ini?" Ujar namja yang paling tinggi dan bermata belo *minho tuh*

"Menurutku biasa saja, aku tidak kalah yeppo kan hyung?" Ujar namja di sebelah namja tinggi yang cukup dibilang sangat cute *taemin sabar dibilang cute -_-*

"Yak! Taemin-ah sadarlah, kau itu namja." Bentak namja yang berfashion tinggi. *si eomma SHINee tuh*

"Minho Hyung...." Rengek namja cute itu. *Taemin sabar..*

Chanrin PoV end

Author PoV

"Arraseo, kenalkan nan Choi Minho. Ketua tim sepak bola di universitas ini." Ujar Minho memperkenalkan dirinya pada Chanrin.

"nan Lee Taemin imnida, chingudeul Minho Hyung.. Aku lead dancer di klub dance universitas ini." Ujar Taemin sambil merangkul Minho *ciee 2Min* **author riweuh*

"Terakhir aku, Kim Kibum imnida panggil aku Key. Aku ketua klub masak di universitas ini. Kalau kau butuh bantuan panggil saja, aku pasti akan berada di sebelahmu." Ujar Key merangkul Chanrin. *ciee eomma*

"Ne, banggesupnida. Minho-ssi, Taemin-ssi, Key-ssi." Ujar Chanrin.

"Aku sekelas dengan Jonghyun, Key dengan Minho dan Taemin denganmu. Arra? Kau akan kekelas dengan Taemin annyeong." Ujar Onew

"Ne, annyeong opp... Eh, maksudku hyung." Ujar Chanrin menutup mulut.

"Mwo? Kau bilang apa tadi?" Tanya Key

"Eh? Animida, aku tidak bilang apa2." Balas Chanrin.

'Aigoo aku lupa, cheonan namjayo, kau harus memanggil onew oppa dengan hyung.' Batin Chanrin.

"Chanrin-ah, khajja. Kelas akan dimulai." Ujar Taemin yang langsung menarikku.

"Ne..."

-----------------------------------

"Chogi, apa aku harus memanggilmu hyung?" Tanya Chanrin.

"K....kau mau memanggilku hyung?"Tanya Taemin dengan nada tinggi.

"Ne..." Jawab Chanrin dengan anggukan ragu.

"KAU MEMANGGILKU HYUNG !!" Teriak Taemin.

Chanrinpun hanya mengangguk ragu.

"Ge.... Geundae kalau tidak boleh juga...."

"Gamsahamnida!"

"Eh?"

"Baru kali ini ada yang mau memanggilku hyung, gamsahamnida jeongmal gamsahamnida." Ujar taemin menunduk berkali2 pada Chanrin.

"Ne, cheonma Hyung." Balas Chanrin.

"Aahhhh.... Kau memanggilku Hyung!" Teriak Taemin *Taemin lebe deh*

"Oh ya, tadi Jonghyun hyung menyebut kan SHINee, SHINee itu apa?" Tanya Chanrin polos *ketinggalan jaman deh


"Mwo? Kau tidak tahu? Dengarkan baik2 SHINee itu adalah......."

"SHINee itu apa hyung?" Tanya Chanrin

"SHINee itu adalah, emmmm...."

"Kau tanya saja pada Onew Hyung aku sedang... Sibuk." Jawab Taemin terbata2

Chanrinpum hanya mengangguk tak mengerti mendengar Taemin.

Author PoV end
-----------------------------------

Chanrin PoV

"Yak! Lama sekali kau kemari." Teriak onew oppa.

"Mi....mian, tadi aku tertarik dengan alat ukur otomatis di lab komputer." Balasku menunduk.

"Aisshh... Ya sudah kita ke kamar, ganti baju setelah itu ke cafetaria." Ujar oppa

"Eh? Memangnya mau ada apa?" Tanyaku

"Anggota SHINee merayakan kedatangan murid baru, yaitu kamu. Yeoja yang menyamar."ujar oppa

"Yak! Ini semua kan karena appamu!" Teriakku

Kamipun sampai di kamar 115. Kamarnya bertingkat dan ada kamar mandinya. Mempunyai 2 loker dan 2 kasur. *bayangin di hana kimi*

"Ppali ganti bajumu, semua sudah di siapkan Hwang ahjussi. Baju barumu ada di loker biru." Ujar Onew oppa keluar kamar.

Aku pun mulai melepas semua baju dan celana dalamku kecuali pakaian dalam dan venist denim itu. Kupakai celana main berwarna abu2 dari loker itu

"Ahh, Chanrin-ah chakaman aku lupa mengambil hp...."

"Mii...mianhe aku tidak bermaksud." Ujar Onew oppa masuk ke kamar ketika aku hendak memakai kaos.

"Yak! Onew hyung! Bisakah kau ketuk pintu dulu?!" Teriakku sambil cepat2 memakai kaos dan kemeja.

Setelah selesai ganti baju akupun pergi meninggalkannya di kamar, saat membuka pintu Onew oppa menarik tanganku dan kembali menutup pintu.

"Temani aku..." Rengek oppa

"Yak! Oppa kau kan sudah besar pakai baju saja sendiri." Teriakku.

"Jebaall.... Temani aku.."

"Yak oppa.."

"Chanrin-ah jebal..."

"Arraseo, ppali." Teriakku

Onew oppa pun membuka loker hijaunya. Mengambil kaos dan celana pendek. Kemudian dia memulai membuka dasinya dan membuka satu per satu kancingnya. Kulihat dada bidangnya sayangnya dia tidak mempunyai abs yang kubayangkan

"Yak! Oppa jangan vulgar begitu." Teriakku menutup mata ketika onew oppa membuka sleting celananya.

"Eh? Ah..... Mian, mian. Arra aku akan ke kamar mandi, kau jangan kemana2." Ujarnya.

Chanrin PoV end

Author PoV

"Aneh, aku mendengar suara seseorang memanggil onew hyung dengan sebutan oppa." Gumam key

"Apa ada yeoja? Tak mungkin sudah lama hyung tak bersama yeoja."

Keypun masuk ke kamar onew dan Chanrin tanpa izin. Ataupun mengetuk pintu.

"Eh? Key hyung, wae geurae?" Tanya Chanrin.

"Ani, aku mendengar ada seseorang memanggil oppa. Apa kau dengar?" tanya balik Key

"Oppa? A..aniya mungking hyung salah dengar." Jawab Chanrin berbohong

"Mungkin, oh ya! Onew hyung mana?"

"Dia sedang di kamar mandi. Mungkin sebentar lagi keluar."

"Ya sudah, khajja kita ke cafe." Tekas Key menarik tangan Chanrin

"Eh? Cha... Chakkaman..."

Chanrinpun hanya bisa mengikuti Key, tak begitu lama merekapun sampai di kafe tersebut.

"Dooorr.....Dooorrr"

"Selamat Datang di.... 'UNIVERSITAS BOY'S OUT LAND'
Teriak semua orang di kafe tersebut.

"Khajja kau duduk di kursi ini." Ujar Minho menarik Chanrin untuk duduk di kursi yang kelihatannya aneh

"Igge mwoya?"

"Lihat saja..."

Kursi itupun bergeser dan berhenti di depan seorang namja.

"Annyeong, Park Raeshi imnida." Ujar namja itu.

Kemudian kursi itu kembali bergeser dan berhenti di depan namja lgi.

"Annyeong, Kim Youngin imnida." Ujar namja itu

Begitulah seterusnya sampai akhirnya kursi itu berhenti.

"Wow! Kursi apa ini?!" Ujar Chanrin dengan mata berbinar.

"Joahnika? Ini kursi pengenal." Ujar Jonghyun.

"Ne, nomu joahyo. Siapa yang menciptakannya?" Balas Chanrin.

"Tentunya si jenius. Leader SHINee!"

"SHINee? Mwoya?" Tanya Chanrin

"SHINee adalah sebuah anggota yang bertugas untuk memajukan sekolah ini. Memberi semangat untuk para murid dan memberikan contoh yang baik." Ujar salah satu namja

"Setiap tahun anggota SHINee dipilih di universitas ini dan anggota tahun ini adalahh....."

"LEE TAEMIN! Maknae yang membuat kita luluh dengan inocent smilenya, dan jangan lupa dia itu nomu nomu.... 'Aegyo'" ujar seorang namja yang berbisik ketika menyebut aegyo

"Plaaakkk"

"Minho hyung..... Dia memanggilku aegyo...huaaa..." Rengek taemin.

"Pokoknya kau jangan bilang kalau dia itu aegyo kau akan lihat akibatnya." Bisik Raeshi pada Chanrin.

"Dan selanjutnya, CHOI MINHO! Namja dengan charismatic flamenya.."

"Annyeong....." Ujar minho.

"Busshhhhhhhh" *suara api menyala*

"Ahhhhhh!!! MINHO! MINHO! MINHO!" Teriak semua namja

"Minho hyung.... Andwe jangan dekati orang lain" teriak Taemin yang sedang berlari menggapai Minho.

"Pokoknya mereka itu 2MIN couple, MINho taeMIN. Ngerti kan, kau jangan terlalu dekat dengan Minho. Taemin bisa jadi ganas kalau dia marah." Bisik Yongin.

"Berikutnya, Eomma SHINee!! KIM KIBUM, THE ALMIGHTY KEY!"

"Annyeong, panggil saja aku Key. Ada yang mau kue kecil?" Ujar key menyodorkan makanan.

"Aku mau, aku mau, aku mau" teriak orang disana

"Yak! Yak! Cuci tangan kalian. Banyak kumannya, Ppali! #@$*:@$#*@#.$":$*#" omel Key layaknya seorang eomma yang memarahi anak2nya

"Key itu sangat keren, penciuman fashionnya tinggi. Dia juga eomma yang baik." Bisik Raeshi

"Kemudian KIM JONGHYUN! BLING BLING JONGHYUN!!"

"Annyeong Kim Jonghyun imnida, Bling!" Ujar Jonghyun mengedipkan sebelah matanya.

"Ahhhhhh JONGHYUN!"

"Kau jangan sampai terperangkap oleh wajah dan suaranya, banyak yeoja yang jadi mangsanya." Bisik Yongin.

"Terakhir Leader kita tercinta....."

"LEE JINKI! ONEW HYUNGG!" Teriak ke 4 anggota SHINee

'Mwo? Onew oppa? Leader?' Batin Chanrin

"Eh? Hyung dmna?" Tanya Minho

"Chogi, tadi dia masih di kamar sedang..."

"BRAAK"

"Yak! Park Chanrin! Bukankah sudah kubilang jangan pergi dulu?!" Teriak Onew dari belakang mendobrak pintu.

"Ahhh itu dia, HYUNG!!!!" Teriak semuanya menyergap Onew

"Baiklah, Khhajja PARTY TIME." Teriak Minho dan Taemin sambil merangkul satu sama lain. *cie 2min*

"Ahahahahahahaha.....aahahahahahahahaha" *suara pesta*

"Yak! Hyung, kau tidak bilang kalau kau itu Leader SHINee." Tanya Chanrin

"Memangnya kenapa?"

"Chaka, berarti kau yang membuat kursi pengenal itu?" Tanya Chanrin

"Mungkin." Jawab Onew dingin

"Omo! Apa alat ukur otomatis itu juga?"

"Molla." Jawab Onew lagi dingin.

"H...hyung itu minumku." Teriak Chanrin ketika minumnya diambil Onew

"Kau ambil saja yang lain, aku malas. Aku akan pergi ke kamar. Cepat kembali." Ujar Onew pergi.

'Aisshh.. Ada apa dengan namja itu. Dingin sekali sikapnya.' Pikir Chanrin.

"MINHO MABUK!" Teriak seorang namja berlarian.

"Mwo? Mabuk?! Aisshh cepat menjauh.."

"Chanrin-ahh...nomu yeppo." Ujar Minho yang mendekati Chanrin dengan sempoyongan

"Yak! Chanrin cepat menjauh!" Teriak Jonghyun.

"Eh? Memangnya ken.."

~CHU~

'Andwe..!!! Minho hyungku...' Batin Taemin berteriak.

"Chanrin-ahh....." Ujar Minho.

"Andwe, my hyungg....!" Teriak Taemin menarik Minho.

~CHU~

"Wahahahahahaha!! 2MIN!" Teriak semua orang.

"Minho hyung, wae? Kenapa kau mabuk. Dan, kenapa yang kau cium Chanrin.. Huaa" rengek Taemin

Chanrinpun masih tercengang karena ciuman yang diberikan Minho tadi.

"Mi...mian semuanya, aku akan membawa Minho hyung ke kamar. Maaf merepotkan." Ujar Taemin membopong Minho.

"Hahahahahaha! Bersenang-senanglah 2MIN!"

"Hahh....untung saja. Yak! Chanrin-ah gwenchana?" Tanya Jonghyun menepuk Chanrin yang hanya tercengang

"Eh? Nan gwenchanayo." Balas Chanrin.

"Aiggoo... Minho memang seperti itu kalau mabuk. Dia akan mencium siapapun yang menurutnya cantik. Biasanya dia hanya mencium Taemin. Gendae sepertinya kau mengalahkan kecantikan Taemin. Hahahaha.." Ujar Key

"Untungnya bukan Onew hyung yang mabuk." Ujar Jonghyun

"Eh? Memangnya kenapa kalau dia mabuk?" Tanya Chanrin.

"Aku tidak bisa membayangkannya. Menjijikan.. Key-ah sabar.." Jawab Jonghyun membelai rambut Key.

"Gomapta, hyung..." Ujar Key memeluk Jonghyun.

"A....aku sepertinya harus kembali ke kamar.. Annyeong." Ujar Chanrin berlari ke kamarnya.

'Aiggoo... Apa yang akan terjadi. Minum yang diminum Onew oppa kan beralkohol.' Batin Chanrin.

"Ckleeeekk"

"O..onew oppa?" Ujar Chanrin mencari Onew.

Chanrinpun melihat Onew yang sedang berbaring topless di kasurnya.

"A...apa yang terjadi? Apa dia pingsan karena mabuk?" Gumam Chanrin mendekati Onew

"Kalau dilihat sedekat ini, kau itu sangat tampan oppa. Bibirmu kecil dan matamu sangat lucu kalau sedang tertidur. Aku sangat suka dengan bibirmu oppa." Gumam Chanrin.

"Kalau begitu cicipilah." Ujar Onew menarik Chanrin hingga diatasnya.

"mw...Mwoya?"

Onewpun langsung melumat bibir Chanrin seketika, dijilatinya sekitar bibir Chanrin. Chanrin pun hanya tercengang melihat kelakuan Onew yang asik menikmati bibirnya.

"Onew oppa lepaskan" tekas Chanrin.

"Shireo!"
#SKIPPP!!! Author ga mau bikin dosaa.... Mian

"Saranghae, Chanrin-ah." Bisik Onew

Chanrin hanya tersenyum mendengarnya. Diapun memeluk Onew dengan penuh kasih sayang.

-----------------------------------

"Yak hyung! Kau dengar tidak suara desahan semalam?" Tanya Key.

"Ne, aku mendengarnya. Apa itu 2MIN?" Jawab Jonghyun.

"Animida, mereka kan tidak pernah melakukannya di sekolah.." Jawab Key.

"Ja..jangan2....Onew hyung..." Ujar mereka berdua

"CKLEEEK"

"Aigooo, benar dugaan kita." Ujar Jonghyun.

"Hyung, haruskah kita bangunkan mereka?" Tanya Key

"Sudahlah, lagipula mereka terlihat seperti menikmatinya." Jawab Jonghyun

"Aigooo...."

~To Be Continued~